Sebuah Refleksi
Semakin hari, tepatnya setelah melewati masa nganggur setahun, aku jadi manusia pemikir saat mau memposting segala sesuatu di sosial media. Khususnya whatsapp story, karena aku sering jadi penulis dadakan disana. Haha.
"Ini penting nggak, ya?"
"For what? Urgensinya apa ya?"
"Over sharing ngga ya? Apa ini harusnya keep private aja?"
"Sebenernya aku lagi nyari validasi siapa, ya?"
"Ada orang yang ngerasa sedih, iri atau ngerasa rendah diri ngga ya kalau aku posting ini?"
Refleksi setahun nganggur, menjadikan aku manusia yang mikir kayak gini perkara mau unggah stori.
Meskipun benar membagikan apapun disosial media selama bisa dipertanggung jawabkan adalah hak kita, tapi perkara stori ini, salah satu bahan refleksiku.
Dimasa nyari kerjaan itu, aku selalu ngerasa rendah diri. Tiap ngeliat pencapaian orang lain melalui unggahan di sosial media, bertambah pula rasa rendah diriku. Bukan iri, tapi lebih ke ... "ya ampun, dia udah ada disana, aku kok masih disini dan gini-gini aja".
You know if you know.
Bahkan setahun ke belakang, aku banyak hide story kontak whatsapp hanya karena aku nggak mau makin ngerasa rendah diri.
It feels empty. Aku tidak benar - benar tau bagaimana mendeskripsikannya. Tapi itu benar benar jenis perasaan yang bahkan kita sendiri tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.
Sejak itu, setiap kali mau sharing selalu mikir berkali - kali. "Ada nggak ya orang lain yang ngerasa sedih, ngerasa makin rendah atau benci dirinya sendiri karena storyku?" Ya, kayak yang aku rasain dulu.
Pada akhirnya, aku memilih sedikit membatasi unggahanku di sosial media. Meskipun tidak sepenuhnya, tapi aku hanya tidak ingin membuat bunga yang di musim hujan seharusnya bisa mekar indah menjadi semakin layu saat kemarau.
Hari ini aku sudah melalui masa nganggur setahun itu, ya meskipun pekerjaan baru saat ini masih kulalui dengan gedebak - gedebuk karena belajar dari nol. Tapi apapun, aku bersyukur pekerjaan ini aku dapatkan setelah refleksi yang panjang.
Siapapun kamu, semoga kamu segera tumbuh dan mekar kembali ya. Apapun yang kamu rasakan, semoga hari - hari baik menjadi sahabatmu. ✨


0 comments