Semoga Jalan Panjang Kita Menyenangkan
Tulisan - tulisan di blog ini, barangkali nanti akan dibaca oleh anak perempuanku, beberapa muridku, atau akan dibaca oleh diriku sendiri pada waktu yang berbeda.
Siapapun yang akan membacanya nanti, aku ingin tulisan - tulisan ini menjadi arah menuju tempat pulang yang indah. Tulisan yang barangkali nanti akan membawa kita pada apa - apa saja yang hati kita inginkan.
—
Kita sudah menempuh perjalanan jauh. Banyak kelokan, menemui debu, lubang, kerikil dan batu. Tapi, setelah ini pun kita tetap harus berjalan. Bagaimana pun, jalan panjang kita semoga menyenangkan, ya? Beralas awan, berpayung Tuhan yang baik. Seperti dua bait lagu Nadin Amizah yang ajaib paling aku (kita) sukai itu.
Bagaimana pun jalan yang kita pilih hari ini, semoga kita sama - sama menikmatinya. Bagaimana pun awal mulanya, mari kita lapangkan dada untuk mencari - cari pada tiap sudut pembelajarannya.
Apapun perjalanan yang sudah kita pilih, semoga kita selalu tidak punya waktu untuk menyesali. Kita harus cari bahagianya di kolong - kolong, di balik lemari, bi bawah rak sepatu atau di belakang pintu yang setiap hari kita lewati. Seharusnya ada diantara itu semua. Semoga kita berlapang-lapang mencarinya. Lalu berdansa dan bergembira ria karena menemukannya.
Kita beralas awan, berpayung pada Tuhan yang baik, kan?
"Tuhan Maha Baik, terima kasih untuk payungnya, ya. Badainya hebat, tapi aku percaya semua akan kembali tenang dan mereda. Tuhanku Yang Baik, terima kasih senatiasa memayangi
Untuk anak perempuanku kelak:
Nak, hidup itu membahagiakan, jika kita mempercayai payung Tuhan. Ya, semoga perjalanan panjang kita menyenangkan.
.png)

0 comments