[Review] Buku Respect Yourself : Kedahsyatan Memberi & Menerima — Patricia Spadaro



Saya memiliki anugrah spesial yang perlu diterima oleh seseorang dan suara unik yang perlu didengar seseorang.

Saya adalah insan cemerlang dalam proses semakin cemerlang

Kita tidak benar - benar menghormati (honor) diri kita sendiri, kecuali jika kita terlebih dahulu bersikap jujur (honest) terhadap diri sendiri


Buku ini, Respect Yourself dengan tebal 276 halaman adalah buku bacaan yang menurut saya sangat dibutuhkan dan perlu untuk dibaca, sebuah pembelajaran dan seni bagaimana mencintai diri sendiri. 

Why nih, what the reason? Karena menurutku, hari ini banyak orang - orang yang tidak mengenali dirinya sendiri dengan baik. Meniru apapun dan siapapun yang mereka anggap keren hingga lupa bahwa mereka punya 'keren' milik mereka sendiri. Sebuah keunikan yang ditanggalkan oleh pemiliknya sendiri.

Sebuah buku yang benar - benar cantik dan manis.

Biar aku menuliskan potongan kisah yang saya anggap cantik dari buku ini :

Suatu hari ada seorang laki - laki yang menghina seorang biksu bahkan setelah nasihat - nasihat yang sudah diberikan biksu tersebut untuk si laki - laki,
 "Jika seseorang menolak sebuah hadiah yang diberikan kepada kita, hadiah itu akan menjadi milik siapa?" tanya Si biksu

"hadiah itu milik orang yang memberikan hadiah," jawab si lelaki.

"Kau menghardikku tetapi aku menolak untuk menerima pelecehanmu dan memintamu menyimpannya untuk dirimu sendiri. Tidakkah itu akan menjadi sumber penderitaan bagimu?"

Sebagaimana gema adalah milik bunyi dan bayangan adalah milik benda yang berwujud maka penderitaan pasti akan menyusul pelaku kejahatan. Seperti orang yang mendongak ingin meludahi surga atau melemparkan debu ke arah orang lain padahal angin bertiup kearahnya. 

Cantik bukan? Sangat cantik untuk kehidupan hari ini, bahwa mencela orang lain, membenci orang lain atau mengomentari kehidupan bahkan kebaikan orang lain sama sekali tak ada gunanya. Itu hanya akan menjadi sumber ketidak-tenangan hidup dan penderitaan bagi diri kita sendiri.

Buku ini tidak membahas tentang alasan dan memanjakan diri sendiri. Tidak juga menghalangi kita untuk membantu orang yang membutuhkan kita, karena memberi dan menerima lebih dari itu. Lebih kepada ketika kita menghargai diri sendiri, kita juga sedang menghargai, mengapresiasi dan menumbuhkan sosok diri kita versi yang terbaik sehingga kita bisa menghargai orang lain dengan tulus.

Di page 242 ada Tujuh Strategi untuk selalu memilih diri sendiri. Karena Rumi, penyair ajaran Sufi pernah menulis "Berkelanalah di dalam dirimu sendiri," karena kita memiliki bagian cahaya tersendiri tidak peduli awan hujan menghampiri  dan sejenak menutupi kecemerlangannya. Tujuh Strategi itu antara lain, tulis catatan yang mendukung dan menyemangati diri sendiri. Tulis bagaimana kuat dan hebatnya anda selama ini atau kebaikan - kebaikan yang sudah anda lakukan. Kirim lewat kantor pos atau email, dengan alamat yang ditujukan pada anda sendiri atau meletakkan sebuah foto masa kecil yang mengingatkan anda pada kegembiraan, kemanisan, keingintahuan dan cinta. Sering - seringlah memandangnya, biarkan gambar masa kecil anda membuka hati anda terhubung pada hakikat diri anda sesungguhnya.

Buku cantik, untuk orang - orang yang memilih menjadi cantik.




Cheers, Salam Cinta
dari Perempuan (yang) Memilih Tumbuh.













0 comments