Review Buku: Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?

 



Sosok dirimu saat ini, tidak dibuat berdasarkan pandangan, penilaian, ataupun kecurigaan orang lain. Kamu dibentuk dari sakit dan air mata yang mengalir karena usaha kerasmu untuk tetap bertahan. Tidak penting bagaimana orang berpikir tentangmu. Aku ingin menyampaikan, hiduplah sebagai dirimu”. (hlm. 44)


Buku ini adalah catatan - catatan kecil Kim Sang-Hyun, Sang Penulis. Empat bab yang berisi catatan catatan bagaimana menyikapi pikiran dan perasaan kita demi hidup lebih baik dan bahagia. Seperti yang tertulis disampul bagian depan, buku ini membawa pertanyaan besar: Apakah saya sudah hidup cukup baik sampai ketika saya mati nanti, ada orang yang mau datang?

Memilih menjadi orang yang baik adalah pilihan, dan pilihannya hanya ada dua mau dan tidak mau. Hal – hal sederhana untuk selalu belajar menjadi baik terilustrasi saat kamu dicela atau dihina. Ada begitu banyak kutukan dan tindakan penuh amarah datang padamu, tapi kamu lebih memillih mencari sikap terbaik dan paling tepat untuk menghadapi lawan bicaramu. Dan sikap terbaik yang kamu tawarkan adalah tersenyum dan menawarkan keikhlasan bahkan saat kamu tidak dihargai sekalipun.

Atas tindakanmu yang seperti ini, kadang kadang kamu berpikir takut dianggap lemah dan rendah. Kamu takut orang – orang akan semakin meremehkan tindakan baikmu ini. Namun dalam buku ini tertulis, pada akhirnya kebaikan tetaplah kebaikan. Tidak peduli bagaimana orang lain menganggapmu lemah dan rendah, karena lemah dan baik adalah perkara yang berbeda.  Yang menjadi masalah bukan hal baik yang kamu lakukan, tapi yang jadi masalah adalah orang – orang yang menganggap rendah kebaikan.

Ada bagian dalam buku ini dimana kita diajak berkenalan dengan diri sendiri. Bertanya dan menemukan jawabannya pada hati terdalam kita. Siapakah aku? Akan jadi apakah aku? Menjadi sosok seperti apa aku ingin dilihat? Dengan hati dan pikiran seperti apa aku ingin hidup? Dan pertanyaan lainnya. Dan pada bagian ini, kamu mungkin akan tahu dirimu lebih jauh. Kau tahu apa suara hati terdalammu, yang mungkin saja selama ini tidak pernah kamu dengarkan.

 Bagiku, buku ini berisi apa – apa yang sering kita pikirkan dan sering kali tidak menemukan jawabannya. Tapi, jawaban itu beberapa ada dihati kita, kita diajak berlari kesana. Dan beberapa yang lain ada dalam buku ini.  Buku ini seperti pelukan hangat seorang ibu, yang mampu menenangkan carut marut isi kepalamu. Buku ini seperti usapan lembut dikepala, saat hari hari buruk dan patah, baru saja kamu lalui.

 Buku ini membuat kita tersenyum dan percaya diri, dan aku mendapatkannya dalam kutipan ini: “Aku ingin berkata, kamu sangatlah berbakat, karena memang demikianlah dirimu. Kamu mampu membahagiakan orang lain. Tidak apa – apa kalau kamu tidak percaya. Ah, aku tahu kamu semakin terlihat cantik saat tersenyum. Apa kamu tahu itu? Kuharap ada semakin banyak hal yang bisa membuatmu sering tersenyum”. Bukankah ini terlihat seperti kamu tengah duduk berdua dengan seseorang dan dikuatkan dengan begitu dalam?

Dan ya, buku ini bisa diselesaikan dalam sekali duduk, namun value yang dapat kamu ambil bisa dibawa seumur hidup. Banyak sekali kutipan – kutipan favorit dalam buku ini, seperti;

Terima kasih telah tumbuh tanpa banyak mengeluh.

Aku suka dengan sorot mata sesorang yang sedang memulai sesuatu. Mata itu punya mimpi yang tak terbatas, seluas semesta yang tak terukur.

Aku ingin hidup sebaik-baiknya sesuai dengan namaku yang berharga dan penuh makna. Mungkin tidak bisa sebaik nama itu sendiri, tetapi aku ingin tetap menjadi orang baik. Aku ingin jadi orang baik, lalu bertemu orang baik lainnya.

Meski buku ini hasil terjemahan, namun tidak kaku. Aku tetap bisa merasakan ketulusan dan cinta yang begitu besar dari Kim Sang-Hyun saat menulis ini. Buku ini  masuk dalam kategori Self Improvement, aku merekomendasikan buku ini untuk kamu yang ingin membaca buku ringan namun penuh nilai kehidupan, untuk kamu yang sedang rindu pelukan ibu, untukmu yang penuh mimpi – mimpi dan keinginan untuk mendapatkan hati yang lebih bahagia.

Keterangan Buku

Judul                      : Siapa yang Datang Ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?

Penulis                   : Kim Sang-Hyun

Penerjemah            : Dewi Ayu Ambar Rani

Penyunting             : Andry Setiawan

Desain Sampul       : Chyntia Yanetha

Penerbit                 : Penerbit Haru

Terbit                    : Oktober 2020 (Cetakan Pertama)

Tebal                     : 165 halaman

 

2 comments