[Review] Novel Egosentris — Syahid Muhammad
[Image Source : Google]
"Justru itu! Sekarang tugas aku buat ngasih tau Sinar. Dia adik paling gede. Harus bisa jadi contoh buat Permata sama Putri."
" Jangan sampe kamu sibuk maksa dia jadi contoh buat Permata sama Putri, kamu lupa untuk jadi contoh juga untuk mereka," — Egosentris, hlm.50.
Kalimat pertama paling menohok yang aku dapet di lima puluh lembar awal novel Egosentris. Yup, ya karena aku rasa kalimat itu bener - bener advice terbaeqq disegala keegoisan aku hari ini. Berusaha menjadikan seseorang contoh untuk orang lain, sampe lupa bahwa aku juga sebagai contoh nyata, didepan mata.
Novel ini dengan apik sudah menampar kita lewat paragraf demi paragraf yang berisi realita yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Tentang bagaimana kita seringkali nyinyirin kehidupan orang lain, when the pain or a mistake of someone is a good news to be a topic, then diketawain rame - rame. Ketika kita bisa sangat egois tidak mau mengakui bahwa kita salah atau rapuh, bahkan pada diri sendiri. Dan .. Tentang kita yang seringkali masih ditimang dendam atau benci dengan masa lalu.
Biar aku tulis sepenggal kalimat dari Bu Asni yang menurutku, ini didunia nyata banget dah.
"Banyak orang diluar sana banyak yang akhirnya bunuh diri karena malu sama suara suara yang barusan memenuhi ruangan ini. Untuk sekedar mengutarakan masalah atau mengutarakan isi hatinya. Mereka hanya ingin punya tempat untuk didengar tanpa harus ditertawakan. Bahkan mereka tidak meminta untuk diterima, cukup dihargai,"
" ..., diluar sana, sesuai apa yang telah terjadi masih banyak orang yang senang nyebarin berita yang mereka dapat tanpa mikir panjang. Padahal dampaknya luar biasa. Masalah kesehatan mental nggak bisa hanya fokus pada mereka yang menanggung akibatnya. Tapi juga mereka yang menjadi penyebab. Jika ditelisik lebih dalam mereka yang menjadi penyebab, justru sebelumnya adalah orang yang menanggung akibat. Begitu seterusnya, .."
Wah, kebayang nggak sih waktu aku baca kalimat ini. Aku jadi bener bener khawatir sama sikapku selama ini, apakah ada kata - kata, aku pernah ngetawain, nggibahain atau sharean aku yang bisa buat orang lain tertekan. Atau, ada tingkah aku yang nggak wajar yang disebabkan masa lalu. Aduh, aku ada gangguan mental nggak ya? Duh ini dan itu. Meski setiap orang punya mental illness, tapi dititik aku baca kalimat ini aku bener bener khawatir. Kayak bener - bener disuruh ngenalin diri sendiri.
Suer deh, millenial 4.0 anda kudu baca novel ini. Biar nggak mudah ngetawain pain orang lain.
Terus ada satu kalimat di rekaman Fatih pas dia ngerencanaiin bunuh diri di Prau, do not ever underestimate someone's pain. Kalian nggak pernah tau gimana rasanya kalo masalah kalian dibercandain orang orang. Kalian nggak tahu apa yang udah dihadapin orang lain dihidupnya, kalian nggak tahu seberat apa mereka berusaha untuk tetep terlihat baik.
Wagelasehh Fatih, aku penasaran dia punya sudut pandang kayak gitu dari mana. Apa karena dendam, benci, kesakitan dan masa lalunya? Punya pemikiran sekeren itu apa harus hidup semenyakitkan Fatih? Hm.
Terus yang belum aku cari lebih lanjut, ternyata ada lho orang yang punya kemampuan buat ngeluapin kesedihan orang lain saat orang tersebut nggak mampu buat ngekspresiinnya. Kayak si Fana, apasih namanya Medium apa gitu. Nanti lahh aku tanya sama Embah Google.
Well, biar review ini aku tutup dengan sepenggal tulisan paling manis dari Bang Syahid :
Apa yang membuat kita berpikir
Kita tak punya cinta atau dicintai?
Apa karena masing masing kita sibuk mencari,
Hingga lupa menyadari bahwa kita memilikinya?
Apa karena ketidakcukupan yang memperdaya?
Cinta ada dimanapun.
Ditempat tempat paling terpencil,
Dikerut kerut kening paling kasar,
Dimasa masa paling gelap,
Di waktu waktu paling putus asa.
Much Love,
Perempuan (yang) Memilih Tumbuh.
NB :
Thanks berat yo buat Aul, yang udah ngenalin Mbak sama karya - karya Syahid Muhammad yang luar biasa.
Eh, fyi, menurut Wikipedia arti dari Egosentrisme adalah ketidakmauan seseorang untuk melihat dari perspektif orang lain. Hal ini meliputi gagalnya seseorang untuk menarik kesimpulan dari apa yang orang lain pikirkan, rasakan, dan lihat :))


6 comments
Nice sist π
BalasHapusWahh, thanks Frea sudah mampir. Ayo, semangat membacaa
HapusNice one.. Terima kasih atas review dan benang merahnya, jadi lebih tergugahπ
BalasHapusSiapp. Terima kasih kembalii. Semoga kita bisa lebih bijaksana lagi ..
BalasHapusBaru baca, uwuw kewreennn
BalasHapusTerima Kasihh, Sistt
BalasHapus