[Review Buku] Lembar - Lembar Pelangi : Membangun Mimpi Anak - Anak di Timur Indonesia


"Kita ini di negara apa?"
"Malaysia"

Itulah sepenggal dialog dihalaman pertama buku Lembar - Lembar Pelangi. Sebuah kisah nyata yang dialami Nila Tanzil di Pulau Paparagan,  kawasan Taman Nasional Komodo. Nila Tanzil, founder Taman Bacaan Pelangi yang telah mendirikan 131 taman bacaan di daerah terpencil Indonesia Timur.

Buku ini kupikir harus ada disetiap perpustakaan dan menjadi bacaan wajib untuk semua kalangan. Bahwa kita bisa melakukan banyak hal untuk Indonesia dan jangan pernah takut untuk mewujudkannya.

Semua tulisan dibuku Lembar - Lembar Pelangi saya rasa adalah tulisan ajaib, pengalaman nyata yang dititipkan Tuhan lewat sosok Nila Tanzil. Penuh kesadaran dan benar - benar mampu mengembalikan mimpi yang hampir menghilang.

Do what you love. If you do what you love,  you'll be succesfull. Lalu bagaimana agar tahu passion kita? Mudah!  Bertanyalah pada dirimu sendiri. Pertama, saat kamu memiliki waktu luang hal apa yang paling kamu suka lakukan. Kedua,  ketika kamu membaca, buku apa yang kamu baca. Kalimat itu adalah salah satu kalimat yang membawa mimpi saya kembali. 

All we need to do is say "yes" to whatever opportunity has been presented to us, without overthinking it and without any doubt.  Just say "yes" and life will take care of the rest. 

Ya. Kadang yang kita butuhkan hanya kata "yes" pada tiap kesempatan yang ada dihadapan kita. Tanpa berpikir berlebihan dan tanpa keraguan, lalu biar semesta yang mengurus sisanya.

Cantik sekali, bukan? Membaca buku ini aku seolah diajak kembali untuk menemui mimpi dengan cara paling manis. Memberi kesempatan untuk aku memikirkan kalimat itu lebih dalam. Ya, aku menuliskannya agar suatu hari nanti aku bisa membacanya kembali. 

Lewat buku ini aku menyadari satu hal, bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan untuk Indonesia. Segala niat baik hanya perlu dilakukan,  jangan berpikir macam - macam dulu. Just do it and learning by doing. Ya, kita seringkali melakukan sesuatu terlalu kebanyakan mikir kemudian outputnya keraguan - keraguan itu yang muncul. Pada akhirnya, segala ide dan niat baik itu tidak pernah mewujud. So, let's start doing something. Anything! 

Ada sepenggal kalimat yang ketika membacanya mataku langsung memanas,  "There are bigger things that I have to do, other than "just" working for corporation as a career woman,"

Ini seolah menjadi jawaban atas pertanyaan pertanyaanku selama ini. Mendirikan perpustakaan, taman baca untuk anak - anak, mengajar di pelosok timur Indonesia adalah dream list yang sudah aku tulis sejak 2012 dibuku diaryku. Setiap aku berganti buku, dream list itu selalu menjadi urutan pertama. 

Kadang kadang aku berpikir, apakah aku ini naif? Aku adalah perempuan yang ada dalam ekonomi pas - pasan. Sekedar membeli buku saja,  aku harus menabung berbulan - bulan. Kenapa masih ngoyo saja menulis membangun perpustakaan dan taman baca untuk anak anak? 

Aku sedih sekali ketika aku berpikir demikian, aku tidak menemukan jawaban sama sekali. Bagaimana mungkin aku berpikir untuk beberapa tahun mengabdi di sekolah pelosok timur Indonesia, sedang untuk mencukupi banyak hal saja aku masih menyusahkan orangtua. Aku selalu saja ingin menangis ketika sadar hal itu. 

Tapi lembar lembar pelangi memberi jawaban. Bahwa ada hal yang lebih besar daripada "sekedar" bekerja diperusahaan. Kemudian aku membaca,  what is small to us might mean the world to them. Ya,  apa yang kita anggap kecil, barangkali berarti bagi dunia orang lain. 

Ini review perempuan yang mimpinya "dikembalikan" dan "dikuatkan" oleh sebuah buku. Bahwa, kita jangan pernah takut berminpi. Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Wujudkan apa yang bisa kita wujudkan. Hal lain yang diluar kendali dan kuasamu, biarkan. Itu urusan semesta untuk mengaturnya. 

So beautiful girl, believe in your self. Never doubt who you are, chase your dreams and don't ever,  ever stop. Karena, Mba Nila Tanzil bilang : In the end, I believe people with the same mission will eventually meet and collaborate.

See you, dipuncak mimpi kita masing - masing. 

Penuh Cinta, 
Perempuan yang Ingin Tumbuh Bersamamu. 

0 comments