Review Novel Wonderful Life - Mencari Makna Sempurna
“Sering kali orangtua anak berkebutuhan khusus mengira anak mereka bermasalah. Banyak juga yang berprasangka pada Tuhan dan melihat ini sebagai kutukan, sebagai sebuah kesalahan atau cacat. Padahal sebenarnya tidak ada anak yang terlahir salah. Setiap orang terlahir sempurna.”
Novel Wonderful Life bercerita tentang Amalia,
perempuan sukses yang dididik dengan prinsip harus pintar, harus berprestasi,
dan harus jadi “orang” oleh orangtuanya. Prinsip yang ia terima sejak kecil itu
membuatnya percaya, bahwa itulah makna sempurna versinya. Tanpa sempurna itu, Amalia merasa bukanlah apa-apa. Lalu, bagaimana jika prinsip yang sudah ia
percayai sejak kecil suatu hari harus bertabrakan dengan kenyataan bahwa anak
semata wayangnya, Aqil, didiagnosa disleksia dan memiliki autis ringan?
Sempurna versi Amalia, membuatnya menyangkal keadaan Aqil secara utuh. Anak sempurna versi Amalia adalah pintar membaca dan
menulis, tapi kenyataannya Aqil yang sudah duduk di kelas tiga, menulis namanya
saja masih terbalik. Sempurna versi Amalia adalah Aqil berprestasi, seperti ia
dulu. Tapi kenyataanya, hampir semua nilai Aqil dibawah standar dan
satu-satunya aktivitas yang ia sukai hanya menggambar. Sebuah kenyataan yang
pada akhirnya membawa kita untuk sama-sama menjawab pertanyaan Amalia, “Sempurna itu apa?”
Sebagai seorang shadow teacher atau guru pendamping untuk anak berkebutuhan khusus, novel Wonderful Life karya Kiki Raihan ini tentu saja menarik dan sangat dekat sekali dengan kehidupanku sehari-hari. Penyangkalan orangtua, usaha agar anak “sembuh”, dan bentuk pelarian lain karena belum mampu menerima anak mereka secara utuh adalah hal hal yang sering sekali aku dengar. Bahkan ada kalimat yang pernah aku dengar dan hampir sama dalam buku ini, dimana orangtua bersikeras ingin menyembuhkan anaknya hingga seorang psikolog mengatakan menyerah, jika “sembuh” adalah yang dicari orangtua. Padahal, setiap anak terlahir ke dunia apa adanya. Sesempurna apa adanya. Tugas kita sebagai orang dewasa hanya merawat dan mencintai mereka juga apa adanya dan membantu mereka menemukan kekuatan dirinya.
Bagiku, buku ini memiliki magicnya sendiri. Bukan
hanya untukku sebagai shadow teacher, atau untuk orangtua yang memiliki
anak dengan kebutuhan khusus. Tetapi buku Wonderful Life ini juga well recommend untuk calon orangtua, perihal memaknai kata sempurna
secara utuh. Kemudian menilik makna kata sempurna itu dalam bilik hati kita
masing-masing. Makna, sempurna
seperti apa yang sedang kita bawa?
Bonus dialog Amalia dan Aqil yang sukses membuatku
menangis:
“Kenapa susah banget dibilangin sih, Qil?
Tadi bilangnya mau belajar, sekarang bukunya malah dicoret-coret! Apa sih mau
Aqil?”
“Kan Umi yang mau Aqil belajar ….”
Deep.
Judul Buku: Wonderful Life
Penulis: Kiki Reihan
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-602-424-196-4
Tahun Terbit: Oktober 2016.

%20(9).png)

0 comments