Pesona Pulau Permata, Surga Tersembunyi di Lempasing

 




Pantai, sepertinya selalu masuk opsi best place to have fun atau tempat rehat paling tepat untuk menenangkan isi kepala. Sebenarnya aku lebih masuk kategori orang – orang yang sedang butuh cuan daripada butuh bersenang – senang, tapi yah tidak apa – apalah, sepertinya aku juga butuh relaksasi buat garap skripsi.

Perjalanan dari Metro area kota pendidikan menuju Pulau Permata sekitar 1 jam 26 menit (menurut Google Maps), relatif dekatkan? Oh ya, aku dan teman – teman hanya mengandalkan Google Maps, karena dari kami belum pernah ada yang kesana sebelumnya.

Kami berangkat pukul 08.30 dan sampai di Lempasing sekitar jam 10.30 karena drama kehilangan jejak teman yang nyasar. Tiba di tujuan sesuai maps kami dibuat cukup terkejut karena justru pasar ikan yang kami temui. Masuk sekitar 100 meter kami menemui laut, tapi kami kembali dibuat takjub, eh, terkejut. Keadaan pantai cukup kumuh dan berbau amis. Tepi pantai penuh kapal kapal lumayan besar bekas mengangkut ikan. Bau ikan asin yang dijemur, orang orang yang sibuk dengan aktivitasnya di dalam kapal dan lain lain.

First sight yang tidak membuat nyaman dan lagi, sekedar mencari tempat parkir kendaraan saja kami harus berputar – putar. Akhirnya setelah beberapa kali bertanya, kami menemukan tempat parkir yang langsung dikelola oleh bagian dinas dengan biaya parkir 5000 perkendaraan. No one there seen want to have fun like us.

Setelah menjelaskan maksud kami, Pak Sugara (yang bertanggung jawab atas kendaraan kami) memanggil salah satu pemilik kapal khusus penyebrangan untuk membawa kami ke Pulau Permata. Tiket masuk perorang 30.000 dan kami 16 orang, jadi total 480.000. Uang tersebut sudah termasuk penjemputan kapal kembali ketika pulang, fasilitas saung, kamar mandi dll. Kami menyebrang pulau permata langsung satu rombongan, cukup menarik dan gaduh, karena beberapa dari kami ada yang baru pertama kalinya naik perahu seperti itu.

Tiba di Pantai Permata, kami disambut dengan dua anak anjing yang lucu – lucu tapi tetap saja mengerikan. Kupikir mereka bakal meresahkan, ternyata ia patuh pada pemiliknya biar tidak nakal dengan kami. Bapak penunggu pulau membebaskan kita mau ke bagian mana saja, Akhirnya kami memilih ke dermaga yang dibangun saung cukup besar ditengah laut. And you know what?! Pengunjung pulau permata hari itu hanya rombongan kami, jadi kami terasa seperti menyewa sebuah pulau hanya dengan uang tiga puluh rebuuu.

Perjalanan menuju dermaga sudah memiliki sensasinya sendiri. Melewati jalan setapak dengan rerumputan di tepi seperti anak pramuka sedang survival. Tiba di dermaga, kita menuju saung besar. Luar biasa. Kanan kiri depan belakang laut, dengan bukit bukit disekelilingnya. Sungguh tidak menyangka, jika surga ini ditemukan harus dengan lebih dulu mencium bau amis dan kotor. Ahh, We have private island!!

Sebelum melakukan aktivitas lain kami makan siang dengan bekal yang sudah kami bawa sebelumnya. Tau bangetkan rasanya makan bareng sama teman – teman, eh, keluarga sambil merasakan sepoi angina laut. Tidak ada yang mengganggu, tidak ada yang dikuatirkan, dunia terasa hanya milik kami berenam belas. But kalau kalian berniat melakukan liburan di pantai ini dan tidak ingin kelaparan atau terpaksa minum air laut, silakan menyiapkan bekal karena tidak ada satu orang pun pedagang disini.

Selesai makan siang, kami mengambil gambar dan berswa foto dan solat zuhur. Usai itu, kami menjajal calon fasilitas pantai terbaru yang ditawarkan pengelola pantai dengan gratis. Kata beliau untuk promosi, untuk tahun 2021 akan dibrandol harga 20.000 untuk satu set tempat leyeh-leyeh. Setelah itu kami kembali ke dermaga dan mulai nyemplung. Kami berjalan melewati batu – batu dan air laut, benar – benar surga seperti hanya milik kami berenam belas. Semua bersenang – senang, semua tertawa and maybe sometime I will miss that moment so much.

Pukul 15.00 kami naik ke dermaga, kembali makan dan berbenah. Usai itu, kami membilas diri dan solat ashar. Kami naik ke atas kapal untuk kembali sekitar pukul 17.00, and say good bye to Permata Island.







Guis, if you want to take your time for relaxation or have fun with your friends, I suggest you to visit Permata Island. It’s like a paradise in our earth. But please, if you go to there don’t litter in the sea. Bring your trash back or throw it in the trash box that has been provided. Be happy!

 

0 comments