Sehangat Matahari Dikala Dhuha

 



Jika ditemukan sebuah tempat paling teduh untuk menaruh gemuruh isi kepala. Jika ditemukan tempat paling sahaja untuk rindu – rindu paling usik, tanpa mau tau kau ingin memejamkan mata. Jika ditemukan sebuah tempat … Aku tetap memilih tinggal disini.

Sejak dulu saya ingin menulis sesuatu untuk manusia-manusia itu, tapi entahlah saya selalu saja merasa sibuk. Atau saya benar benar tipe manusia yang tidak ekpresif, tidak mampu dengan mudah menunjukan how important you’ll to me. Terima kasih sudah memberi saya kesempatan dititik ini. Tempat saya bisa menemui diri saya sendiri, tempat saya menemui banyak karakter manusia – manusia. Apapun, saya ingin kalian tetap ada.



Teruntuk kalian yang memilih tinggal dan kuat, terima kasih ya. Saya ingin kamu menemui banyak hal, belajar banyak hal dan bisa menemui hal hal manis dan cantik yang kalian inginkan. Saya tidak tahu, kata atau sikap saya yang bagaian mana yang pernah mematahkan kalian, tapi dari hati saya yang paling dalam saya tidak benar-benar ingin.

Berbahagialah dengan hidup kalian. Berbahagialah dengan peran yang kalian jalani. Jadilah manusia – manusia baik, anggun dan cantik. Manusia – manusia yang tampan dengan perannya, manusia – manusia yang gagah dengan tanggung jawabnya. Manusia yang bersahaja, elok dan indah dipandang mata dari terbit hingga terbenam warna jingga.

Jadilah diatas yang meneduhkan, dibawah yang mampu menopang. Sebaik – baik kapal adalah ketika nahkada dan awak kapal saling paham peran. Paham bahwa pada tiap pelayaran, sekali dua kali ombak besar pasti datang. Jadi nanti, jika kapal dihantam bukan lagi saling menyalahkan tapi bahu membahu agar kapal tidak terombang ambing di lautan.

Saya tidak sempurna, saya punya kesalahan. Tapi perihal kalian, saya tau kalian adalah manusia – manusia kuat yang dipilih semesta. Mengutip dari tulisan @alvisyahrin siapa tau kalian kelak kalian ingin membacanya :

Kamu nggak harus jadi orang besar untuk berguna. You don’t have to be an ocean. Segelas air saja bisa berguna untuk orang yang kehausan. You don’t have to be a forest. Sebatang pohon ditengah padang pasir saja bisa berguna bagi orang yang bernaung sejenak.

Kita terlalu sibuk mencari peran besar, menjadi sesuatu yang besar, hingga lupa peran kecil juga punya arti. Pohon yang rindang bermula dari setitik biji yang ringan. Lagipula, bagaimana kita bisa mendapat peran besar jika kita belum memaknai peran – peran kecil dan sederhana? 

Mungkin rasanya seperti tak berguna, namun sepertinya kita yang kurang memaksimalkan. Memberi makan kucing yang kelaparan, melakukan sebuah kebaikan sederhana yang menyenangkan hari seseorang, menawarkan bantuan semampu kita, meski tidak ada yang benar – benar butuh. It’s all takes time, but you don’t have to be big to have maning.





Kalian sehat – sehat ya. Semoga nanti bertemu lagi dipuncak kebaikan yang paling baik.

1 comments