Menjadi Bagian dari Mimpi Orang Lain

Dok. Ist

Beberapa tahun lalu aku pernah mengikuti Orientasi Relawan se-Lampung yang diadakan oleh Komunitas Berbagi (Kombi) Lampung. Seingat saya ada tiga pemantik disana, salah satunya Bang Roel Mustafa founder Sekolah Relawan.

Sampai hari ini dengan segala keterbatasan daya ingat saya, hanya ada sekilas dua kilas hal yang saya ingat dari orientasi tersebut. Salah satu hal yang saya ingat adalah cerita Bang Roel, perihal kesuksesan Cristian Ronaldo hari ini dan kebesaran hati sahabatnya. 

Mulai hari itu saya berpikir, bagaimana mungkin bisa menjadi 'bagian' seperti sahabat Ronaldo, lha wong saya saja belum ngerti talenta seperti apa yang bisa saya bagikan. Lha wong mewujudkan keinginan - keinginan saya sendiri, saya cukup ngos-ngosan lalu bagaimana mungkin menjadi bagian yang bisa mewujudkan mimpi orang lain?


Hari berganti, saya tetap sesosok manusia keras kepala untuk ingin tau banyak hal dan tapi semakin banyak tidak tahu dirinya. Pun begitu, semakin hari semakin banyak pula orang yang saya temui dan banyak hal yang saya lewati. Saya menjadi tahu bahwa menjadi 'bagian' dari mimpi orang lain tidak serumit itu.


Dengan berbahagia, kita bisa menjadi siapapun yang mampu mendukung dan menjadi bagian dari mimpi orang lain.

Kita dengan berbahagia hanya cukup tahu, apa yang orang lain cita - citakan. Menjadi gurukah? dokterkah? atau apapun yang mereka impikan. Mengetahui hal itu, kita punya lisan untuk berbicara, gunakan itu untuk mendukung dan membuat ia lebih percaya lagi terhadap mimpi - mimpinya. Kita punya isi kepala, gunakan itu untuk menyampaikan ide - idemu saat dia meminta saran dan nasihat. Kita punya harta untuk mendukung tercapainya cita - cita, kita punya tangan dan kaki, kemudian hal seperti apa yang bisa menjadi 'bagian' tersebut?

Aku tahu. Aku tahu sekali, dunia tidak akan berubah atas hal - hal sederhana dan kecil yang kita lakukan tersebut. Pun kita tidak pernah tahu apakah berarti atau tidak bantuan kita.

Tapi aku mempercayai satu hal bahwa, ah akan kujawab ini di bagian scane film Descendent Of The Sun saat Kang Mo-Yeon bertekad membiayai sekolah (siapa sih, lupa namanya) anak perempuan yang akan dijual oleh Argus di pasar gelap.

 Saat Kapten Yoo Si-Jin bertanya ngapain capek - capek nyekolahin dia, emang gaji dokter banyak? Dengan manis dan anggun Dr. Kang menjawab Gajiku emang nggak banyak, aku juga punya banyak hutang. Duniaku juga nggak akan  berubah dengan nyekolahin anak itu. Tapi seenggaknya, aku bisa ngerubah dunia gadis kecil itu dengan cara nyekolahin dia. Yang awalnya gelap, semoga lebih terang.

Hal - hal kecil yang kita lakuin emang nggak akan ngerubah apapun dihidup kita, barangkali. Tapi seenggaknya itu bisa ngerubah (semoga) dunia orang lain kedepannya.


Lalu, apa pentingnya menjadi 'bagian' dari mimpi orang lain? Yah, enggak tahu sih. Tapi diawal tulisan ini aku sudah bilang, lakukan dengan berbahagia. Mungkin dengan menjadi bagian dari mimpi orang lain kau akan menemukan kebahagiaanmu juga.


Salam,

Dari Perempuan yang Ingin Tumbuh Bersamamu.


0 comments